Jika empat musim lalu Chelsea habis-habisan mendatangkan banyak pemain bintang, kini klub berjuluk The Blues sibuk mengejar bakat-bakat belia untuk menjadi bagian masa depannya. Setelah mendapatkan defender belia Vincenzo Camilleri dari Reggina secara diam-diam, kini Chelsea ikut dalam perburuan mendapatkan Lubos Kalouda -- bintang muda asal Republik Cheska yang dikabarkan baru saja menerima tawaran dari CSKA Moskwa.
Kalouda diinginkan Newcastle United dan nyaris diboyong ke St James Park, Januari lalu. Namun The Magpies gagal mencapai kesepakatan dengan FC Brno -- klub yang kini mengontrak Kalouda. Juventus juga mencoba mendapatkan pemain usia 20 itu, dan diproyeksikan menjadi pengganti Pavel Nedved -- rekan senegaranya yang akan meninggalkan Stadion Delle Alpi akhir musim ini.
Tidak ingin ketinggalan perkembangan, Chelsea mengirim pencari bakatnya ke Brno. Sang pemandu menyaksikan sejumlah laga yang dimainkan Kalouda, dan langsung mengirim pesan bahwa pemain itu layak mengisi tim inti Chelsea. The Blues harus bergerak cepat jika ingin mendapatkannya. Peluang itu masih terbuka, meski Roman Pros -- pemilik saham mayoritas FC Brno -- mengatakan CSKA telah memenangkan persaingan mendapatkan Kalouda.
''Klub Rusia itu mengirimkan kami tawaran, dan kami mengatakan telah menerimanya,'' ujar Pros kepada wartawan. ''Dalam terminologi sepakbola, bola kini berada di sisi lapangan CSKA.'' Namun, kata Pros, secara teoritis waktu perundingan masih terlalu panjang karena pasar transfer di Rusia baru akan ditutup 7 Maret.
Kalouda, yang kali pertama tampil memperkuat Republik Ceko dalam laga persahabatan melawan Polandia, tidak peduli dengan banyaknya klub yang tertarik kepadanya. ''Saya mendapat banyak kabar, tapi saya mencoba tidak memikirkannya,'' kata Kalouda. ''Musim panas mendatang, ketika banyak perwakilan klub lain datang ke Brno, saya akan segera ambil keputusan akhir," tandasnya
Selasa, 19 Februari 2008
AS ROMA MASIH RAWAN.
AS Roma menambah kekecewaan Real Madrid setelah menundukkan raksasa Spanyol tersebut 2-1 di laga pertama babak knockout Liga Champions di Olimpico, Selasa (19/2).
Namun kekalahan ini tidak begitu menyakitkan karena Madrid memiliki modal dengan mencetak gol tandang.Mereka hanya membutuhkan kemenangan 1-0 untuk dapat melenggang, sementara Roma cukup membutuhkan hasil imbang agar dapat lolos.
Bermain di kandang, Roma menekan sejak awal pertandingan dengan memainkan Francesco Totti sebagai penyerang tunggal dan ditopang oleh lima gelandang. Madrid sendiri, yang memainkan duet Ruud van Nistelrooy dan Raul Gonzales, mencoba mengimbangi permainan tuan rumah.
Publik Olimpico sempat terdiam ketika Raul mencetak gol pembuka bagi Madrid saat pertandingan baru berjalan delapan menit.
Bola hasil tendangan jarak jauh Guti Hernandez berhasil dibelokkan oleh Raul sehingga kiper Alexander Doni salah mengantisipasi arah bola.
Tertinggal satu gol membuat Roma meningkatkan tempo serangan dan mencoba membalas ketika tendangan Marco Cassetti memaksa kiper Iker Casillas harus melakukan penyelamatan penting.
Madrid sebenarnya mampu menggandakan keunggulan ketika Van Nistelrooy sukses menyambar bola muntah hasil tendangan keras rekannya, namun wasit menganulirnya karena penyerang Belanda itu lebih dulu berada dalam posisi offside.
Tim tamu bahkan kembali mengancam saat sundulan Raul melebar dari sasaran setelah menerima umpan silang Arjen Robben.
Roma baru dapat menyamakan kedudukan di menit ke-24 setelah tendangan David Pizzaro tidak mampu digagalkan Casillas. Aksi Alessandro Mancini yang menyisir dari sisi kiri lapangan membuahkan umpan kepada Totti yang masih dapat dihalau Fernando Gago namun bola liar langsung disambar melalui tendangan keras Pizzaro.
Dan babak pertama ditutup dengan peluang bagi Madrid saat tendangan Van Nistelrooy menyamping tipis di sisi gawang.
Di babak kedua, kebangkitan tim menjadi milik Roma setelah mereka berhasil membalikkan keadaan. Adalah Mancini yang menjadi pahlawan kemenangan Roma setelah di menit ke-58 berhasil mebobol gawang Casillas.
Melalui serangan balik, Mancini sukses menaklukkan Casillas usai menerima umpan terobosan dari Totti sebelum menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang Madrid.
Usaha Madrid untuk setidaknya menyamakan kedudukan nyaris saja berhasil jika saja tendangan Van Nistelrooy tidak membentur mistar gawang Doni.
Bahkan tim tamu menambah tekanan di sisa sepuluh menit pertandingan dimana tendangan Julio Baptista masih melambung diatas mistar.Dengan hasil ini peluang masih 50-50.
Namun kekalahan ini tidak begitu menyakitkan karena Madrid memiliki modal dengan mencetak gol tandang.Mereka hanya membutuhkan kemenangan 1-0 untuk dapat melenggang, sementara Roma cukup membutuhkan hasil imbang agar dapat lolos.
Bermain di kandang, Roma menekan sejak awal pertandingan dengan memainkan Francesco Totti sebagai penyerang tunggal dan ditopang oleh lima gelandang. Madrid sendiri, yang memainkan duet Ruud van Nistelrooy dan Raul Gonzales, mencoba mengimbangi permainan tuan rumah.
Publik Olimpico sempat terdiam ketika Raul mencetak gol pembuka bagi Madrid saat pertandingan baru berjalan delapan menit.
Bola hasil tendangan jarak jauh Guti Hernandez berhasil dibelokkan oleh Raul sehingga kiper Alexander Doni salah mengantisipasi arah bola.
Tertinggal satu gol membuat Roma meningkatkan tempo serangan dan mencoba membalas ketika tendangan Marco Cassetti memaksa kiper Iker Casillas harus melakukan penyelamatan penting.
Madrid sebenarnya mampu menggandakan keunggulan ketika Van Nistelrooy sukses menyambar bola muntah hasil tendangan keras rekannya, namun wasit menganulirnya karena penyerang Belanda itu lebih dulu berada dalam posisi offside.
Tim tamu bahkan kembali mengancam saat sundulan Raul melebar dari sasaran setelah menerima umpan silang Arjen Robben.
Roma baru dapat menyamakan kedudukan di menit ke-24 setelah tendangan David Pizzaro tidak mampu digagalkan Casillas. Aksi Alessandro Mancini yang menyisir dari sisi kiri lapangan membuahkan umpan kepada Totti yang masih dapat dihalau Fernando Gago namun bola liar langsung disambar melalui tendangan keras Pizzaro.
Dan babak pertama ditutup dengan peluang bagi Madrid saat tendangan Van Nistelrooy menyamping tipis di sisi gawang.
Di babak kedua, kebangkitan tim menjadi milik Roma setelah mereka berhasil membalikkan keadaan. Adalah Mancini yang menjadi pahlawan kemenangan Roma setelah di menit ke-58 berhasil mebobol gawang Casillas.
Melalui serangan balik, Mancini sukses menaklukkan Casillas usai menerima umpan terobosan dari Totti sebelum menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang Madrid.
Usaha Madrid untuk setidaknya menyamakan kedudukan nyaris saja berhasil jika saja tendangan Van Nistelrooy tidak membentur mistar gawang Doni.
Bahkan tim tamu menambah tekanan di sisa sepuluh menit pertandingan dimana tendangan Julio Baptista masih melambung diatas mistar.Dengan hasil ini peluang masih 50-50.
LIVERPOOL HAJAR INTER MILAN.
Liverpool memanfaatkan penuh keuntungan sebagai tuan rumah dengan mengandaskan sepuluh pemain Inter Milan 2-0 di Anfield dalam laga pertama babak 16 besar Liga Champions, Selasa (19/2).
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi The Reds guna menghadapi laga kedua di Giuseppe Meazza. Liverpool hanya membutuhkan hasil imbang untuk dapat melaju, sedangkan Inter harus meraih kemenangan minimal tiga gol apabila ingin lolos.
Sebagai tambahan, ini adalah kemenangan ke-100 bagi Liverpool di Anfield dalam ajang Eropa.
Tampil dihadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri di Anfield, Liverpool langsung menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Sejumlah peluang matang dihasilkan pasukan Rafael Benitez tersebut namun kokohnya lini pertahanan Inter membuat The Reds belum mampu mencetak gol.
Inter sendiri tidak banyak memiliki peluang di babak pertama karena mereka lebih banyak bertahan dengan mengandalkan serangan balik.
Peluang pertama yang didapat tuan rumah terjadi di awal-awal pertandingan saat tendangan Jamie Carragher, yang menyambut umpan pojok Steven Gerrard, membentur Ivan Cordoba meski dalam tayangan ulang terlihat kalau bola mengenai tangan bek Kolombia tersebut.
Cordoba kembali mencegah Inter dari kebobolan setelah tendangan Dirk Kuyt, yang bermaksud memberikan umpan silang kepada Fernando Torres, berhasil disapunya.
Satu-satunya peluang terbaik yang didapat Liverpool tercipta di menit kesembilan saat sundulan Sami Hyypia, meneruskan umpan pojok Gerrard, dapat menjadi gol apabila kiper Julio Cesar tidak cekatan untuk menepisnya.
Dan usaha Inter untuk mengembangkan permainan semakin sulit setelah di menit ke-30 harus tampil dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima Marco Materazzi akibat melanggar Torres. Bek Italia itu sebelumnya menjatuhkan Torres di menit ke-12 dan mendapat kartu kuning.
Kartu kuning keduanya akhirnya dikeluarkan wasit Belgia Frank De Bleeckere terhadap Materazzi setelah bek Italia itu kembali melanggar Torres dengan menarik bahu penyerang Spanyol tersebut saat berebut bola.
Namun meski unggul jumlah pemain, Liverpool tetap belum dapat menghasilkan gol pembuka sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata.
Babak kedua berjalan hampir sama dengan 45 menit pertama dimana Liverpool mendominasi jalannya pertandingan sedangkan Inter total bertahan dengan mengandalkan serangan balik.
Lebih banyak peluang diciptakan Liverpool di babak kedua dimana seharusnya tuan rumah mendapat hadiah penalti saat Patrick Vieira melakukan handsball di kotak terlarang. Namun wasit tidak melihat kejadian tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.
Torres nyaris menjebol gawang Inter saat tendangannya berhasil ditepis oleh Julio Cesar. Tinggal berhadapan dengan kiper, tendangan Torres masih terlampau lemah sehingga Julio Cesar dapat menghalaunya.
Sundulan Hyypia untuk kedua kalinya juga hampir membuahkan gol, namun sayangnya bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang Inter.
Terus mendapat tekanan dari tuan rumah, Inter akhirnya kebobolan di menit ke-85 setelah tendangan Dirk Kuyt tidak mampu digagalkan Julio Cesar. Umpan silang Jermaine Pennant berhasil dituntaskan oleh Kuyt, yang melepaskan tendangan dengan terlebih dulu memantulkan bola ke tanah sehingga bola pantul tidak dapat diantisipasi Kiper dari Inter ini.
Dan perlawanan Inter berakhir setelah Liverpool mampu menggandakan kedudukan di penghujung pertandingan. Kemudian sang kapten, Gerrard, yang mencetak gol 'pembunuh' setelah tendangannya mengarah ke pojok kanan gawang Inter.
Pelatih Inter Milan Roberto Mancini menilai kartu merah yang diperoleh palang pintu Marco Materazzi menjadi penyebab utama kekalahan 0-2 timnya.Dengan kemenangan ini Liverpool sangat berpeluang melaju ke babak berikutnya.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi The Reds guna menghadapi laga kedua di Giuseppe Meazza. Liverpool hanya membutuhkan hasil imbang untuk dapat melaju, sedangkan Inter harus meraih kemenangan minimal tiga gol apabila ingin lolos.
Sebagai tambahan, ini adalah kemenangan ke-100 bagi Liverpool di Anfield dalam ajang Eropa.
Tampil dihadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri di Anfield, Liverpool langsung menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Sejumlah peluang matang dihasilkan pasukan Rafael Benitez tersebut namun kokohnya lini pertahanan Inter membuat The Reds belum mampu mencetak gol.
Inter sendiri tidak banyak memiliki peluang di babak pertama karena mereka lebih banyak bertahan dengan mengandalkan serangan balik.
Peluang pertama yang didapat tuan rumah terjadi di awal-awal pertandingan saat tendangan Jamie Carragher, yang menyambut umpan pojok Steven Gerrard, membentur Ivan Cordoba meski dalam tayangan ulang terlihat kalau bola mengenai tangan bek Kolombia tersebut.
Cordoba kembali mencegah Inter dari kebobolan setelah tendangan Dirk Kuyt, yang bermaksud memberikan umpan silang kepada Fernando Torres, berhasil disapunya.
Satu-satunya peluang terbaik yang didapat Liverpool tercipta di menit kesembilan saat sundulan Sami Hyypia, meneruskan umpan pojok Gerrard, dapat menjadi gol apabila kiper Julio Cesar tidak cekatan untuk menepisnya.
Dan usaha Inter untuk mengembangkan permainan semakin sulit setelah di menit ke-30 harus tampil dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima Marco Materazzi akibat melanggar Torres. Bek Italia itu sebelumnya menjatuhkan Torres di menit ke-12 dan mendapat kartu kuning.
Kartu kuning keduanya akhirnya dikeluarkan wasit Belgia Frank De Bleeckere terhadap Materazzi setelah bek Italia itu kembali melanggar Torres dengan menarik bahu penyerang Spanyol tersebut saat berebut bola.
Namun meski unggul jumlah pemain, Liverpool tetap belum dapat menghasilkan gol pembuka sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata.
Babak kedua berjalan hampir sama dengan 45 menit pertama dimana Liverpool mendominasi jalannya pertandingan sedangkan Inter total bertahan dengan mengandalkan serangan balik.
Lebih banyak peluang diciptakan Liverpool di babak kedua dimana seharusnya tuan rumah mendapat hadiah penalti saat Patrick Vieira melakukan handsball di kotak terlarang. Namun wasit tidak melihat kejadian tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.
Torres nyaris menjebol gawang Inter saat tendangannya berhasil ditepis oleh Julio Cesar. Tinggal berhadapan dengan kiper, tendangan Torres masih terlampau lemah sehingga Julio Cesar dapat menghalaunya.
Sundulan Hyypia untuk kedua kalinya juga hampir membuahkan gol, namun sayangnya bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang Inter.
Terus mendapat tekanan dari tuan rumah, Inter akhirnya kebobolan di menit ke-85 setelah tendangan Dirk Kuyt tidak mampu digagalkan Julio Cesar. Umpan silang Jermaine Pennant berhasil dituntaskan oleh Kuyt, yang melepaskan tendangan dengan terlebih dulu memantulkan bola ke tanah sehingga bola pantul tidak dapat diantisipasi Kiper dari Inter ini.
Dan perlawanan Inter berakhir setelah Liverpool mampu menggandakan kedudukan di penghujung pertandingan. Kemudian sang kapten, Gerrard, yang mencetak gol 'pembunuh' setelah tendangannya mengarah ke pojok kanan gawang Inter.
Pelatih Inter Milan Roberto Mancini menilai kartu merah yang diperoleh palang pintu Marco Materazzi menjadi penyebab utama kekalahan 0-2 timnya.Dengan kemenangan ini Liverpool sangat berpeluang melaju ke babak berikutnya.
LIVERPOOL HAJAR INTER MILAN.
Liverpool memanfaatkan penuh keuntungan sebagai tuan rumah dengan mengandaskan sepuluh pemain Inter Milan 2-0 di Anfield dalam laga pertama babak 16 besar Liga Champions, Selasa (19/2).
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi The Reds guna menghadapi laga kedua di Giuseppe Meazza. Liverpool hanya membutuhkan hasil imbang untuk dapat melaju, sedangkan Inter harus meraih kemenangan minimal tiga gol apabila ingin lolos.
Sebagai tambahan, ini adalah kemenangan ke-100 bagi Liverpool di Anfield dalam ajang Eropa.
Tampil dihadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri di Anfield, Liverpool langsung menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Sejumlah peluang matang dihasilkan pasukan Rafael Benitez tersebut namun kokohnya lini pertahanan Inter membuat The Reds belum mampu mencetak gol.
Inter sendiri tidak banyak memiliki peluang di babak pertama karena mereka lebih banyak bertahan dengan mengandalkan serangan balik.
Peluang pertama yang didapat tuan rumah terjadi di awal-awal pertandingan saat tendangan Jamie Carragher, yang menyambut umpan pojok Steven Gerrard, membentur Ivan Cordoba meski dalam tayangan ulang terlihat kalau bola mengenai tangan bek Kolombia tersebut.
Cordoba kembali mencegah Inter dari kebobolan setelah tendangan Dirk Kuyt, yang bermaksud memberikan umpan silang kepada Fernando Torres, berhasil disapunya.
Satu-satunya peluang terbaik yang didapat Liverpool tercipta di menit kesembilan saat sundulan Sami Hyypia, meneruskan umpan pojok Gerrard, dapat menjadi gol apabila kiper Julio Cesar tidak cekatan untuk menepisnya.
Dan usaha Inter untuk mengembangkan permainan semakin sulit setelah di menit ke-30 harus tampil dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima Marco Materazzi akibat melanggar Torres. Bek Italia itu sebelumnya menjatuhkan Torres di menit ke-12 dan mendapat kartu kuning.
Kartu kuning keduanya akhirnya dikeluarkan wasit Belgia Frank De Bleeckere terhadap Materazzi setelah bek Italia itu kembali melanggar Torres dengan menarik bahu penyerang Spanyol tersebut saat berebut bola.
Namun meski unggul jumlah pemain, Liverpool tetap belum dapat menghasilkan gol pembuka sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata.
Babak kedua berjalan hampir sama dengan 45 menit pertama dimana Liverpool mendominasi jalannya pertandingan sedangkan Inter total bertahan dengan mengandalkan serangan balik.
Lebih banyak peluang diciptakan Liverpool di babak kedua dimana seharusnya tuan rumah mendapat hadiah penalti saat Patrick Vieira melakukan handsball di kotak terlarang. Namun wasit tidak melihat kejadian tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.
Torres nyaris menjebol gawang Inter saat tendangannya berhasil ditepis oleh Julio Cesar. Tinggal berhadapan dengan kiper, tendangan Torres masih terlampau lemah sehingga Julio Cesar dapat menghalaunya.
Sundulan Hyypia untuk kedua kalinya juga hampir membuahkan gol, namun sayangnya bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang Inter.
Terus mendapat tekanan dari tuan rumah, Inter akhirnya kebobolan di menit ke-85 setelah tendangan Dirk Kuyt tidak mampu digagalkan Julio Cesar. Umpan silang Jermaine Pennant berhasil dituntaskan oleh Kuyt, yang melepaskan tendangan dengan terlebih dulu memantulkan bola ke tanah sehingga bola pantul tidak dapat diantisipasi Kiper dari Inter ini.
Dan perlawanan Inter berakhir setelah Liverpool mampu menggandakan kedudukan di penghujung pertandingan. Kemudian sang kapten, Gerrard, yang mencetak gol 'pembunuh' setelah tendangannya mengarah ke pojok kanan gawang Inter.
Pelatih Inter Milan Roberto Mancini menilai kartu merah yang diperoleh palang pintu Marco Materazzi menjadi penyebab utama kekalahan 0-2 timnya.Dengan kemenangan ini Liverpool sangat berpeluang melaju ke babak berikutnya.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi The Reds guna menghadapi laga kedua di Giuseppe Meazza. Liverpool hanya membutuhkan hasil imbang untuk dapat melaju, sedangkan Inter harus meraih kemenangan minimal tiga gol apabila ingin lolos.
Sebagai tambahan, ini adalah kemenangan ke-100 bagi Liverpool di Anfield dalam ajang Eropa.
Tampil dihadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri di Anfield, Liverpool langsung menyerang sejak peluit awal dibunyikan. Sejumlah peluang matang dihasilkan pasukan Rafael Benitez tersebut namun kokohnya lini pertahanan Inter membuat The Reds belum mampu mencetak gol.
Inter sendiri tidak banyak memiliki peluang di babak pertama karena mereka lebih banyak bertahan dengan mengandalkan serangan balik.
Peluang pertama yang didapat tuan rumah terjadi di awal-awal pertandingan saat tendangan Jamie Carragher, yang menyambut umpan pojok Steven Gerrard, membentur Ivan Cordoba meski dalam tayangan ulang terlihat kalau bola mengenai tangan bek Kolombia tersebut.
Cordoba kembali mencegah Inter dari kebobolan setelah tendangan Dirk Kuyt, yang bermaksud memberikan umpan silang kepada Fernando Torres, berhasil disapunya.
Satu-satunya peluang terbaik yang didapat Liverpool tercipta di menit kesembilan saat sundulan Sami Hyypia, meneruskan umpan pojok Gerrard, dapat menjadi gol apabila kiper Julio Cesar tidak cekatan untuk menepisnya.
Dan usaha Inter untuk mengembangkan permainan semakin sulit setelah di menit ke-30 harus tampil dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima Marco Materazzi akibat melanggar Torres. Bek Italia itu sebelumnya menjatuhkan Torres di menit ke-12 dan mendapat kartu kuning.
Kartu kuning keduanya akhirnya dikeluarkan wasit Belgia Frank De Bleeckere terhadap Materazzi setelah bek Italia itu kembali melanggar Torres dengan menarik bahu penyerang Spanyol tersebut saat berebut bola.
Namun meski unggul jumlah pemain, Liverpool tetap belum dapat menghasilkan gol pembuka sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata.
Babak kedua berjalan hampir sama dengan 45 menit pertama dimana Liverpool mendominasi jalannya pertandingan sedangkan Inter total bertahan dengan mengandalkan serangan balik.
Lebih banyak peluang diciptakan Liverpool di babak kedua dimana seharusnya tuan rumah mendapat hadiah penalti saat Patrick Vieira melakukan handsball di kotak terlarang. Namun wasit tidak melihat kejadian tersebut dan memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.
Torres nyaris menjebol gawang Inter saat tendangannya berhasil ditepis oleh Julio Cesar. Tinggal berhadapan dengan kiper, tendangan Torres masih terlampau lemah sehingga Julio Cesar dapat menghalaunya.
Sundulan Hyypia untuk kedua kalinya juga hampir membuahkan gol, namun sayangnya bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang Inter.
Terus mendapat tekanan dari tuan rumah, Inter akhirnya kebobolan di menit ke-85 setelah tendangan Dirk Kuyt tidak mampu digagalkan Julio Cesar. Umpan silang Jermaine Pennant berhasil dituntaskan oleh Kuyt, yang melepaskan tendangan dengan terlebih dulu memantulkan bola ke tanah sehingga bola pantul tidak dapat diantisipasi Kiper dari Inter ini.
Dan perlawanan Inter berakhir setelah Liverpool mampu menggandakan kedudukan di penghujung pertandingan. Kemudian sang kapten, Gerrard, yang mencetak gol 'pembunuh' setelah tendangannya mengarah ke pojok kanan gawang Inter.
Pelatih Inter Milan Roberto Mancini menilai kartu merah yang diperoleh palang pintu Marco Materazzi menjadi penyebab utama kekalahan 0-2 timnya.Dengan kemenangan ini Liverpool sangat berpeluang melaju ke babak berikutnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
